
Perubahan paradigma pelayanan yang mengarah pada “Quality-Savety” menyebabkan fenomena budaya keselamatan pasien menjadi isu global dalam pelayanan kesehatan. Fokus utama selain mutu layanan secara umum, juga berorientasi pada keselamatan pasien secara konsisten dan berkelanjutan. Salah satu faktor keberhasilan penerapan budaya keselamatan pasien diantaranya adalah peran kepemimpinan. Kepemimpinan efektif ditentukan oleh sinergi yang positif antara semua unsur yang terlibat dalam mewujudkan budaya keselamatan pasien. Secara kolaboratif bersama dengan para pimpinan, kepala unit kerja dan unit pelayanan memiliki tanggung jawab dalam pengelolaan manajemen, peningkatan mutu dan keselamatan pasien melalui identifikasi risiko dan menekan atau mengurangi insiden keselamatan pasien. Pimpinan dapat mengevaluasi dan mengkaji efektifitas kontribusinya dalam meningkatkan kinerja rumah sakit dan keselamatan pasien. Pimpinan juga berperan dalam menjalankan fungsinya yaitu actuating melalui kegiatan supervisi. Supervisi merupakan sumber penting untuk keperawatan dan terdapat basis bukti yang luas untuk mendukung pelaksanaan supervisi. Pemahaman yang baik tentang proses ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas supervisi. Supervisi yang dilakukan oleh pimpinan merupakan faktor yang paling terkait. Peningkatan kualitas supervisi akan mempengaruhi penerapan keselamatan pasien sehingga budaya keselamatan pasien dapat diciptakan dan dicapai dengan baik. Kegiatan supervisi berfungsi memastikan adanya akuntabilitas dalam melakukan pekerjaan dan adanya pertanggungjawaban dari supervisi bahwa pekerjaan yang dilakukan sesuai dengan standar serta dapat meningkatkan kualitas layanan. 242 | Evidence Based
Page Count:
252
Publication Date:
2023-01-04
ISBN-10:
6230918897
ISBN-13:
9786230918896
No comments yet. Be the first to share your thoughts!