
Sore esok, Ya Tuhanku! Jadikan aku jibril supaya bisa, merentangkan sayap meneduhi, jiwa yang menatap Malam esok, Ya Tuhanku! Jadikan aku jibril supaya bisa, mengalungkan sayap melindungi, hati yang terlelap Bandung, 8 Juli 2023 “Gagak dan Payung Hitam” adalah sebuah refleksi dari kehidupan sederhana, yang terdiri dari 93 Puisi yang ditulis dalam jangka waktu 5 Januari sd. 8 Juli 2023. Di dalamnya terdapat kata-kata yang keluar untuk turut menguatkan bahwa manusia sudah selayaknya untuk tak pernah merasa sendirian, karena alam sejatinya menemani. Gemercik hujan, daun yang jatuh satu per satu, alir sungai nan deras, serta angin yang mengetuk-ngetukan ranting pohon ke jendela, ritmis mengalun elok untuk menemani setiap langkah kita. Telah kubaca segala harap, yang kausajikan, pada selasar detik ini, kubalas harap dengan harap Semoga tak ada yang berani memecahkan kacamatamu! Semoga tak ada yang lancang memoles rintih biru! Semoga tak ada yang lekas membuang lekukan itu! Bandung, 11 Maret 2023 Puisi-puisi ini, dirangkai untuk dapat menembus pemikiran baru dan menarik pandangan kita yang tersembunyi. Disertai beberapa pertanyaan yang timbul dari ketidakpuasan terhadap realita dunia. Bercerita tentang nada asmara, alam yang sungguh menginginkan kita tuk bahagia, anugerah Tuhan, kisah penuh luka, hal kecil yang bermakna, renungan agama, serta berbagai puisi menarik. Cocok menjadi “Teman Duduk” kala meneguk secangkir kopi atau menikmati segelas teh melati.
Page Count:
171
Publication Date:
2023-10-19
ISBN-10:
6234984169
ISBN-13:
9786234984163
No comments yet. Be the first to share your thoughts!