
Takdir kita ditulis, sejak kau angkat teleponku, "Halo, kau adalah cinta pertamaku, apa kau mau jadi cinta terakhirku?" Tapi diam tak pernah menjadi bahasa terbaik bagi kita untuk membincangkan angan-angan yang cenderung rapuh Sebuah pijakan lemah anak lelaki kurus saja akan mudah mematahkannya dan waktu yang tak pernah bosan menjadi peneman perjalanan akhirnya juga ikut menyerah Tuhan kemudian membeli penghapus di toko seberang Aku tahu toko itu tak punya uang kecil buat kembalian dan memberi dua bungkus permen, rasa paling kecut. Dua permen itu juga kutemukan di depan pintu kamar, bersama kata maaf dari Tuhan, karena memberi kita kado perpisahan.
Page Count:
99
Publication Date:
2019-08-12
ISBN-10:
6230003813
ISBN-13:
9786230003813
No comments yet. Be the first to share your thoughts!