
<p>Tabah dan bertahan dalam keadaan yang menurut perkiraan manusiawi tidak masuk akal, itulah iman</p><p><br></p><p>Buku ini berisi kisah-kisah nyata yang berujung dengan terwujudnya sebuah sumur kecil di gereja desa di lereng Gunung Merapi yang sejuk.</p><p>Dengan kisah-kisah itu kita diajak untuk berjumpa dengan perempuan-perempuan desa sederhana yang memberi kekayaan batin tak terkira. </p><p>Kita diajak ikut mengalami peziarahan ke mata air-mata air untuk menemukan air penghidupan. Kisah-kisah yang bisa membangkitkan harapan, membantu</p><p>kita menjadi tabah, kuat, dan tangguh, di tengah kesusahan, penderitaan, dan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Kita juga diajak membuka mata, </p><p>bahwa kesederhanaan ternyata adalah mata air sejati bagi kebahagiaan dan ketentraman hati. Kisah-kisah itu juga menuturkan tentang pengalaman iman,</p><p>bahwa Tuhan ternyata dapat kita temukan dalam kehidupan sehari-hari yang rutin, biasa, sepele dan tak berarti. Betapa Tuhan tidak berada jauh di </p><p>atas kita tapi tinggal bersama kita dan ada dalam setiap kesedihan, kesusahan dan persoalan hidup, juga dalam kegembiraan dan rasa syukur. Kita bisa</p><p>merasakan, bahwa cuaca, suasana alam, bulan, gunung, sungai, air, hujan, tumbuh-tumbuhan, bunga-bungaan, bahkan binatang seperti ikan, kupu-kupu,</p><p>kodok, dan ayam pun bisa memberi kita harapan dan penghiburan yang menguatkan peziarahan hidup kita. Mata Air Bulan yang ditulis dengan indah oleh</p><p>Sindhunata ini penuh dengan nilai-nilai universal yang dapat dipetik oleh semua pembaca dari pelbagai kalangan.</p>
Page Count:
242
Publication Date:
2020-04-14
ISBN-10:
6020622746
ISBN-13:
9786020622743
No comments yet. Be the first to share your thoughts!