
Indonesia dan Diplomasi Irian Barat 1949–1962: Memanfaatkan Perang Dingin Sebagai penerbit ilmiah, LIPI Press mempunyai tanggung jawab untuk terus berupaya menyediakan terbitan ilmiah yang berkualitas. Upaya tersebut merupakan salah satu perwujudan tugas LIPI Press untuk turut serta membangun sumber daya manusia unggul dan mencer- daskan kehidupan bangsa sebagaimana yang diamanatkan dalam pembukaan UUD 1945. Buku ini bertujuan memberi informasi dan paparan sekitar di- plomasi Indonesia dalam memperjuangkan integrasi Irian Barat (Papua) dari kekuasaan Belanda di tengah ketegangan Perang Dingin. Buku ini juga menggambarkan strategi dan taktik diplomat Indonesia dalam melakukan negosiasi untuk mempertahankan Irian Barat. Mereka adalah Muhammad Hatta, Soebandrio, Adam Malik, Soenaryo, dan Muhammad Roem. Mereka sudah terlibat dalam negosiasi dan pengambilan keputusan sejak Perjanjian KMB 1949, Den Haag; Middleburg Virginia; dan New York 1962 yang juga melibatkan Sekjen PBB U Thant dan diplomat Amerika Serikat Ellsworth Bunker. Perjuangan yang dilakukan diplomat muda Indonesia untuk mempertahankan Irian Barat tentu tidak mudah. Tidak hanya ber- hadapan dengan Pemerintah Belanda, tetapi mereka juga menghadapi beberapa negara untuk mendapatkan pengakuan internasional. Untuk itu, berbagai upaya diplomasi terus dilakukan Pemerintah Indonesia agar Irian Barat tetap menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Akhir kata, kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu proses penerbitan buku ini.
Page Count:
230
Publication Date:
2020-12-29
ISBN-10:
6024961847
ISBN-13:
9786024961848
No comments yet. Be the first to share your thoughts!