
Rangkaian kata seperti mengais rejeki di tengah pandemi; tak ada kawan yang sejati, tak ada lawan yang abadi; kura-kura dalam perahu, pura-pura tidak tahu; berakit-rakit dahulu, berenang-renang ke tepian, bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian; kalah bukan berarti menyerah, mengalah bukan berarti lemah, tak mengapa mundur selangkah, asalkan tidak terjadi masalah adalah beberapa contoh karya pujangga yang menimbulkan kemewahan pada saat dipublikasi. Karya berima bukan hanya tentang makna, melainkan juga tentang rasa dan estetika. Tanpa rima, sebuah karya ibarat teh tanpa gula atau bagaikan sayur tanpa garam, belum lengkap dan terasa ada yang hilang. Motivasi inilah yang mendorong penyusun menghasilkan karya berupa kamus berima populer agar para generasi muda dapat lebih mudah merangkai kata-kata berima. Bukan hanya sebagai panduan dalam pembelajaran bahasa Indonesia tetapi juga acuan dalam penerbitan karya sastra.
Page Count:
76
Publication Date:
1900-01-01
ISBN-10:
6236398380
ISBN-13:
9786236398388
No comments yet. Be the first to share your thoughts!