
Cinta yang tertanam tak selalu bisa tumbuh. Tapi ketika ia tumbuh, ia tak mudah mati. Mereka tak pernah benar-benar memiliki, tapi juga tak pernah benar-benar melepaskan. Faiz dan Farah tumbuh bersama jarak, disatukan oleh rindu yang tak sempat bicara, dipisahkan oleh restu, waktu, dan dunia yang tak berpihak. Surat-surat usang menjadi saksi bisu: bahwa cinta pernah hadir, menyelinap di sela doa dan diam. Tapi saat takdir membawa mereka kembali bertemu, segalanya telah berubah—kecuali satu: rasa yang tak pernah mati. Mereka bukan lagi remaja yang bisa bersembunyi di balik kata-kata manis, tetapi dua jiwa yang telah terikat pada janji masing-masing. Haruskah cinta lama diperjuangkan, atau cukup dikenang dalam diam? Amerta adalah kisah tentang cinta yang tak tumbuh bersama, tapi juga tak pernah layu. Tentang melepaskan tanpa benar-benar ingin, tentang mengikhlaskan yang tak pernah utuh pergi. Tentang dua hati yang saling mencari, tapi hanya bisa saling mendoakan dari kejauhan.
Page Count:
109
Publication Date:
1900-01-01
No comments yet. Be the first to share your thoughts!